04 December 2013

PADA SEBUAH SENJA

Senja Becek berlumpur dosa
kukayuh langkah membawa tongkat yang akan kutancapkan
pada puncak Kehidupan
warna warni dunia menyeret kakiku
mulut terbata menyebut nama-Nya
Menjalani hidup, menapaki lika likunya

Ketika Senja Menyapa
aku terpaku karena waktu telah mencuri segalanya
Tubuh renta, sebagai rumah jiwa yang selalu dahaga
kulewati kota-kota tanpa alas kaki
melewati langit membelah biru
menghampiri matahari, Kembali teringat kepada-Nya

Senja semakin gelap
dimana hitam dan putih mulai tersamarkan
aku ingin mandi dengan kesejukan
kaki yang penat dan tangan yang menggenggam tongkat
air mata mengalir, sungguh aku takut kepada-Mu
sesuatu yang paling kuharap adalah Maghfirahmu
Aku Masih menggenggam Tongkat dan semoga tertancap pada Khusnul Khotimah




17 November 2013

PUISI MESRA

Kupeluk dirimu penuh makna
Mengukir kenangan, disetiap hari yang kita lalui
Dengarkan nafasku yang memburumu, dengarkan pula detak nadi yang berlari mencari
Seperti gelak tawa anak2 dibawah hujan berkejaran
Kugenggam jari lentikmu, sambil mengisahkan masa lalu kita yang sederhana
Kita pernah melewati taman yang indah
Kita pernah melewati gurun pasir yang menyengat
Ingatkah kamu, istriku? Ketika kita hampir tenggelam menyeberangi sungai?
Ketika kau sampai diseberang, kau tarik tanganku
Kemudian kita bergulingan, tertawa bersama,
Hari hari kita bukanlah hari yang istimewa
Kita jalani dengan apa adanya, dan kutulis dalam puisi ini

Kupeluk dirimu penuh makna
Merasakan hangatnya tubuhmu, merasuki tubuhku menghiburku
Seketika hati kita lumer, karena getaran itu kita padu padankan diantara kita berdua
Dirimu adalah asing bagiku, walau setiap senti tubuhmu aku tahu
Namun jiwamu selalu lepas untuk aku tangkap
gesit seperti penari balet, licin seperti belut
Engkau adalah gunung terjal berbatu dengan suara angin yang menderu
Untuk mengenalmu aku bertanya, setiap hari bertanya namun aku selalu alpa
Menciptakan misteri, dan aku terus mencari, menyelam di samudera yang luas dan dalam
Kita hidup bersama, bukan satu atau dua hari, sudah bertahun tahun
Sedang dunia batinmu adalah rimba raya yang harus kutaklukan

Kupeluk dirimu penuh makna
Jiwa jiwa kita adalah sepasang sinar gemerlapan yang menari diudara menyinari malam
Gerakan yang menakjupkan mengelilingi bumi menghiasi angkasa
Sambil bercengkrama melewati malam menebarkan keindahan disepanjang jalan yang kita lalui
Menahan lelah, dan terus berjalan karena inilah tugas kita terhadap semesta
Merenda waktu yang semakin berlalu, mengukir prasasti dengan prestasi
Menyayangi manusia, menyampaikan kebenaran karena kehidupan harus diselenggarakan

Kupeluk dirimu penuh makna
Sejenak membiarkan detik berlalu dalam diam,
Kutatap wajahmu, kau tatap wajahku
Kesunyian membekukan suara
Hanya dua jiwa yang saling berpaut
Kupeluk dirimu penuh rasa sampai takdir menghentikan larik puisi kehidupan kita berdua

16 November 2013

Munajat Anak Negeri Diatas Sajadah Demokrasi


Aku berjalan melintasi jaman,
Kakiku menapak diantara waktu ke waktu
Dan aku harus berhenti, bukan karena lelah tetapi karna aku harus berteriak
Agar semua dengar, tentang demokrasi yang tercemar
Kulihat semua bisa dibayar, semua bisa ditawar
Dipusat kota yang mabuk, sudut sudut desa yang terseok
Mata terpejam, mulut terbuka pergi kemana saja
Karena hari ini perutku harus terisi

Penduduk negeri tak pernah manja,
Namun para pengusaha suara tak pernah tinggal diam
Dia tukar suara dengan mimpi dan topeng
Kamipun tersenyum lega menelan mimpi dan pencitraan

Kami rindu pemimpin yang datang dari langit bertahta kesederhanaan
Tegas pemberani seperti singa jantan kelaparan
Keberanian yang muncul dari kebenaran
Berlaku adil laksana manusia tanpa nafsu
Karenanya, berkah tuhan turun di setiap wilayah negeri
Hanya kesejukan diantara hati hati kami
Kebersamaan dalam senyum kebahagiaan, tidak ada permusuhan
Sapi sapi membajak sawah, padi tumbuh subur
Berwarna keemasan ketika panen menjelang
Kedamaian, ketentraman, kesejahteraan, kejayaan

Pemimpin itu datang dari sunyi tersembunyi dari balik matamu
Sementara yang muncul adalah boneka para juragan
Boneka cantik yang mencuri hatimu
Mencuri perhatianmu, menaklukkan logikamu
Sementara kau memujanya
Dia sudah bersiap merampas uangmu
Meminum kopi dicangkirmu
Memakan nasi dipiringmu
Menyedot bensin di tanki sepeda motormu yang butut
Mengambil uang jajan sekolah anakmu
Mengambil belanjaan istrimu
Menghisap rokokmu
Menyedot darahmu yang tinggal sedikit

Matamu tetap terpaku pada wajahnya
Tanpa perduli apa yang terjadi





15 November 2013

Puisi Rindu

semerdu kidung dalam buaian bunda,
cinta ada karena manusia,
karena hidup harus bertahan,
karena setia memerlukan ruang yang namanya cinta

aku dibelenggu rindu,
kemudian jiwamu mendendangkan sebuah lagu,
bergaung di ruang sukmaku,
lagu merdu menimang jiwaku yang yang tengah dahaga akan hadirmu,
walau hasta tidak jua bisa menyentuhmu,
ijinkan mataku menatapmu,
dan....tahukah dirimu, beginilah kau siksa diriku disetiap pagi

kulihat sukmamu diranjangku pagi ini....
melayang layang diantara mimpi dan keinginan,
kubiarkan hinggap di relung jiwaku,
menjadi permaisuri bertahta di puingan masa yang hampa

Kuhirup aroma bayangmu dipagi ini,
bukan karena tubuh dan wajahmu, tapi karena jiwa yang mendamba jiwa

14 November 2013

Sajak Senja di Suatu Negeri

Kulihat awan hitam berjalan dilangit yang gelap
Angin menderu, mengirimkan resah
Halilintar bergetar
Hujan turun ketika senja
Makna yang mencari kata, karena kata kata sudah kehilangan harga
Mulut mengeluarkan aroma pemberontakan terhadap nurani
Hati yang bisu berpidato diatas podium jiwa
Kosong tak terdengar karna nafsu lebih asik untuk diikuti

Kata kata tanpa nyawa
Gentayangan diruang - ruang rumahku
Kata kata yang dirasuki kepentingan yang tak terlihat
Muncul dari televisi menjadi acara inti
menang atau kalah tidak penting bagiku
Aku hanya bebisik di alam sunyi
Kuharap partikel partikel suara lirih ini
Dapat merambat melewati lambat menembus nurani yang terhambat.
Kucipta puisi sebagai saksi kepada generasi bahwa aku tak pernah menyerah

Kata kata terkapar disudut kamar diantara koran dan majalah usang
Ketika suara menjelma menjadi dewa, yang bisa membuat seseorang menjadi raja, atau menjadi orang gila
dan suara dipuja,  apapun dilakukan untuk mendapatkanya
Musik magis terdengar mengalun merebahkan otak2 kami dan membuatnya mati
Kata kata seperti bangkai  jalanan busuk dan menjijikan
Berkubang dilumpur demokrasi
Bergulat diantara tanah yang liat.

Oohh warga negeri  akankah kau temui sang penawar rindu dihati ?
Ataukah gumpalan janji  janji yang kau dapati

(Banjarbaru, 13 Nopember 2013)

11 November 2013

SAJAK KALI PROGO

Air melintasi batu-batu
Mengucapkan salam dari hulu
Kepada kerasnya perjalanan
Waktu yang menghitung jarak antara air dan kesejukan
Gemericiknya adalah tarian angan
Tentang masa depan kita
Yang dengan susah payah kita susun mili demi mili

Kita bernyanyi diatas arus yang bergolak terus bergolak
dan kita tertawa bersama ketika menghempas kebuntuan bebatuan...

Kekasihku, kuusap peluhmu dengan kisah indah antara kita
Cinta bercerita tentang rindangnya sebuah pohon didepan rumah yang kita rawat bersama

Kita masih duduk disini, menyaksikan waktu mengalirkan air sungai didalam raga kita, 

yang perlahan kan berakhir jua
Mengubur kita berdua.....

Ada Apa Disana

Apa yang terjadi diluar sana
Hiruk pikuk manusia berpesta
Kulihat gambar wajah di jalan jalan
Kudengar orang bicara tentang seseorang
Mereka tidak tahu, siapa dia?
Dengan wajah memelas dia sapa penduduk negeri
Senyum manis Janji manis alam angan yang tercipta
Istriku membeli gula diwarung sebelah rumah, seperempat kilo
Sementara otakku dijejali gambar wajah disepanjang jalan
Aku bertanya kapankah aku memasuki alam angan ku?
Istriku mengantarkan kopi hitam yang tidak terlalu manis
Terbayang lagi wajahnya di cangkirku, janjinya terdengar diantara benturan sendok dan cangkir

Ada arus besar melintas di negeriku
Wajah wajah yang polos terseret dengan mata dan telinga yang tertutup
Siapa? Mengapa?  Apa yang akan diperbuat? Apa yang sedang diperbuat ?
Semakin hari semakin kuat, semakin hari semakin banyak
Mereka kira arus itu dapat mengantarkan ke alam angan
Mereka dipasung oleh telinganya, dibelenggu oleh matanya
Otaknya hanya diam,  dia lemah, lelah, karena tidak pernah dipercaya
Kulihat wajah wajah tersenyum disepanjang jalan
senyuman hambar, tanpa makna
Ketika demokrasi sudah dikalkulasi dengan debet, kredit dan saldo
Ketika nasib rakyat  telah diperhitungkan dengan break even point
Sementara kelaparan dan ketentraman harus diseimbangkan dengan cash flow

Apa yang terjadi diluar sana
Hiruk pikuk manusia berpesta
Memuja manusia yang tidak dikenalnya
Penjelmaan dewa, mewujudkan kesejahteraan
Sementara dibelakangnya para cukong berdiskusi untung dan rugi
Kisah kemiskinan tersimpan rapi diantara buku tabungan
Dan rakyat sangat puas disuapi rekayasa dan kebohongan

07 November 2013

Sajak Sapi Di Sudut Negeri


Peluh bercucuran pada wajah petani
Rintik hujan di sore hari, diantara sinar keemasan
Sapi melenguh mulut manusia menganga
Kulihat seorang petani menuntun sepeda mengangkut rumput
Pada sebuah tikungan tanjakan yang licin
Pria berdasi itu menyantap steak di cafe ber-ac
Mengiris daging diatas meja makan yang bersih dan mengkilat
berputar-putar angka
angka nyata angka maya
Bukankah daging itu berasal dari sapi
Bukan dari pabrik pabrik kota,
bukan dari kata - kata
Ia datang dari hari hari yang penuh dengan pergulatan


Sapi melenguh mulut manusia berteriak
Petani bergelut berkubang kesabaran
Kerna Sapi adalah timbunan kerja keras, сіnta dan tanggung jawab
Ketika pak petani mengusap punggungnya sapi tersenyum menunggu dipotong
Persembahan petani untuk manusia mengalir bersama keringat
Berdesir seirama nada nadinya
Lelahnya larut dalam secangkir kopi yang diaduk cinta ibu petani
Pecah bersama canda disamping kandang

Sapi melenguh, dunia mengeluh
sapi melenggang pergi
Meninggalkan bumi yang penuh gengsi
Anak anak berbondong bondong kekota mengejar dirinya sendiri
lahan sempit terjepit kepentingan
dipasar mulut berbau sapi
Di pengadilan berbau sapi
Diistana berbau sapi
disetiap mulut berbau sapi
Pentas politik terlibat sapi didalam taktik

Sapi melenguh rakyat berpeluh
menyaksikan singa berperan sapi diatas podium
berbicara seperti sapi
berdamai dengan sapi
Sementara mereka bicara, sapi kini menjadi api

24 October 2013

SUNYI MENJAWAB SEPI

Lihatlah ragaku yang teriris waktu
Satu hari satu luka,
Setiap langkah adalah meninggalkanya
Kini aku disudut ruang hampa
Kuletakkan punggungku di dinding hatimu yang keras
Ingatanku mulai nakal menggelitik hatiku yang selalu menerima sikapmu
Mengusap luka yang baru saja terluka

Darah mengaliri masa selama 21 tahun
Tentang sebuah tanya yang mencari matahari
senja  bersinar lembayung, kemudian kau lempar sebuah jawab
Kata - kata yang berbau rekayasa
Itulah sang takdir yang menjodohkan tanya dengan dusta

Namun ada diam kau suguhkan kepadaku dengan nampan penuh harapan
Sedangkan kesunyian itu membalut lukaku
Diam dan janganlah berbicara dengan senjata
Sepi inilah yang akan memelukku satu abad lagi



Kotabaru, 6 oktober 2013

SAJAK KERINDUAN

Aku merayap dalam gelap
menyusuri lorong selama bertahun-tahun
aku mencarimu
tembok takdir tanpa celah
tak bisa aku hancurkan
matahari terbit tanpa ada janji
tenggelam dalam kalbuku menciptakan gelap setelah senja

Tak pernah kau sapa
diatas genangan rasa aku berjalan
mengambang melayang tanpa tali lepas keruang angkasa
apakah ada cinta disana
apakah kan kau belai juga dahaga yang menganga

hujan turun setelah kemarau
kulihat kamu di antara rintik hujan
kau palingkan wajahmu kemudian kau hampiri dukamu

kesetiaan seperti perisai baja
dihantam peristiwa ditusuk kecewa
sementara zaman menghadirkan sekilas senyummu
senyuman kusam yang pernah kau berikan
sebuah bingkisan luka kau hadirkan di depan pintu hatiku

Aku merayap dalam gelap
bertahun tahun mencarimu
bersamamu tanpa sadarku
fatamorgana lautan cinta yang hampa
aku rindu kepadamu yang sebenarnya telah ada dalah hatiku
aku pulang dari rumahku sendiri
compang camping dan kotor
aku kan ada disini, bernyanyi, sampai janji tak harus tertunai lagi


17 September 2013

PENGUMUMAN PENERIMAAN CPNS KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2013

              Setelah menunggu beberapa tahun akhirnya pada tahun ini dibuka kembali penerimaan CPNS di berbagai kementerian dan lembaga baik daerah maupun pusat, pada Tahun ini tidak kalah dengan Kementerian lain Kementan juga membuka formasi CPNS yang jumlahnya lumayan banyak, untuk lebih jelasnya tanpa cas cis cus klik aja Link dibawah ini

PENGUMUMAN PENERIMAAN CPNS DI KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2013

08 September 2013

Penerimaan CPNS Kementerian Kelautan dan Perikanan

Assalamualaikum, sahabat semua...
Posting kali ini masih nggak jauh-jauh dengan seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil atau yang sering disingkat CPNS, karena memang saat ini sedang dilaksanakan penerimaan CPNS lagi setelah beberapa tahun tidak dilaksanakan karena adanya moratorium, ok nggak usah terlalu alay dan lebay klik aja link dibawah ini untuk mengetahui formasi penerimaan CPNS Kementrian kelautan dan Perikanan Republik Indonesia
Pengumuman Penerimaan CPNS Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2013

04 September 2013

PENGUMUMAN PENERIMAAN CPNS PROVINSI DAERAH ISTIMEWA JOGJAKARTA TAHUN 2013

To the poin aja yah....nggak usah pakai basa yang sudah basi, yang pingin tahu pengumuman penerimaan CPNS di Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta klik link dibawah ini. bagi yang iklas kasih plus dibawah yuah.....

03 September 2013

Islam is a Religion That Rahmatan Lil 'Alamin

It is true that Islam is a religion that rahmatan lil ' alamin . But many people distort this statement to the understandings are mistaken . So that raises a lot of mistakes in the practice of religion even in a very fundamental thing , that in the matter of belief .
Statement that Islam is a religion that rahmatan lil ' alamin is actually the conclusion of the word of Allah Ta'ala ,

وما أرسلناك إلا رحمة للعالمين

" We have not sent thee , O Muhammad , but as a mercy to all mankind " ( Surat al- Anbiya : 107 )
Prophet Muhammad sallallaahu 'alaihi wa sallam was sent to bring the teachings of Islam , then Islam is rahmatan lil'alamin , Islam is a mercy to all mankind .
In language ,

الرحمة : الرقة والتعطف

grace means softness combined with compassion ( See Lisaanul Arab , Ibn Mandzur ) . Or in other words can be interpreted with the grace of love . So , the coming of the Prophet Muhammad sallallaahu 'alaihi wa sallam is the mercy of Allah to the whole mankind .
Interpretation Experts Tafsir
1 . Ibn Qayyim Al Jauziyyah in Tafsir Ibn al-Qayyim :
"The opinion is more correct in interpreting this verse is that grace here is general . In this issue , there are two interpretations :
First : The universe in general benefit to the coming of the Prophet Muhammad sallallaahu 'alaihi wa sallam .
People who follow him , to achieve the glory in the world and the hereafter as well .
Fight the unbelievers who he is , the benefits they get are disegerakannya murder and death for them , it's better for them . Because their lives will only increase the pain torment in the Hereafter . Destruction has been set for them . Thus , accelerated death benefit to their more sedentary than in disbelief .
Treaty -bound infidels with him , the benefits to them are allowed to live in this world and in the protection agreement . They are a little more ills than the unbelievers who fought the Prophet sallallaahu 'alaihi wa sallam .
Hypocrites , who appeared in Zahir faith alone , they received benefits in the form of blood preservation , wealth , and honor their families . They were treated as other Muslims in inheritance laws and other laws .
And the human race after he was sent , Allah Ta'ala does not provide a thorough torment of mankind on earth . In conclusion , all men benefit from the coming of the Prophet sallallaahu 'alaihi wa sallam .
Secondly : Islam is mercy for every human being , but believers receive this grace and benefit the world and in the hereafter . While unbelievers reject . So for the unbelievers , Islam remains said to be a mercy to them , but they are reluctant to accept . As if to say ' This is the cure for the sick so and so ' . Suppose that so and so did not take it , the drug is still said to cure "
2 . Muhammad bin Ali Ash Syaukani in Fathul Qadir :
"The meaning of this verse is ' It is not we sent you , O Muhammad , to bring Sharia law , but as a mercy to all human beings without any special circumstances or reasons being the exception ' . In other words , ' the only reason we sent you , O Muhammad , is a vast mercy . Because we sent you to bring something to cause happiness in the afterlife ' "
3 . Muhammad ibn Jarir Tabari Tafsir Tabari in :
" The commentators disagree about the meaning of this verse , about whether all humans are referred to in this paragraph are all good men believers and unbelievers ? Or is it just human believers ? Most commentators argue , is the whole human being is both believers and unbelievers . Those with a history of underlying Ibn Abbas radhiallahu'anhu in interpreting this verse :

من آمن بالله واليوم الآخر كتب له الرحمة في الدنيا والآخرة , ومن لم يؤمن بالله ورسوله عوفي مما أصاب الأمم من الخسف والقذف

" Whoever believes in Allah and the Last Day , set for him mercy in the world and the hereafter . But anyone who does not believe in Allah and His Messenger , is a form of mercy for those with not overwritten previous calamities that befall people , as they were all drowned in huge waves or in terpa "
in other history :

تمت الرحمة لمن آمن به في الدنيا والآخرة , ومن لم يؤمن به عوفي مما أصاب الأمم قبل

" Grace is perfect in this world and the Hereafter for those who believe in Allah . Meanwhile, for those who are reluctant believer , shape mercy for them is not overwritten by misfortune that befell the people of earlier "
Opinion of the other commentators say that the question is only of believers . They brought the history of Ibn Zaid in interpreting this verse :

فهو لهؤلاء فتنة ولهؤلاء رحمة , وقد جاء الأمر مجملا رحمة للعالمين . والعالمون هاهنا : من آمن به وصدقه وأطاعه

" With the coming of the Messenger of Allah , there is a man who gets disaster , got no mercy , although the form of the mention in this verse is general in nature , ie as a mercy to all mankind . All humans are referred to here are those who believe in Allah , and obey justify "
Correct opinion of these two opinions are the opinions of the first , as the history of Ibn Abbas . Ie Allah sent Prophet Muhammad sallallaahu 'alaihi wa sallam as a mercy to all mankind , both believers and unbelievers . Mercy for the believers because God gave instructions to the Message of the Prophet sallallaahu 'alaihi wa sallam . He sallallaahu 'alaihi wa sallam incorporate believers into heaven with faith and their charity to the teachings of God . While mercy for the Gentiles , a disaster can not disegerakannya 's people who deny the doctrine of God History " ( translated in summary ) .
4 . Muhammad bin Ahmad Al Qurtubi in Tafsir Al Qurtubi
" Said bin Jubair saying of Ibn Abbas , he said :

كان محمد صلى الله عليه وسلم رحمة لجميع الناس فمن آمن به وصدق به سعد , ومن لم يؤمن به سلم مما لحق الأمم من الخسف والغرق

" Muhammad sallallaahu ' alaihi wa sallam is a mercy to all mankind . For those who believe and justify his teachings , will get happiness . For those who do not believe in him , be saved from the disaster that befell the people of earlier form of sunk into the earth or submerged in water "
Ibn Zaid said :

أراد بالعالمين المؤمنين خاص

" The definition of ' all men ' in this verse is only those who believe " "
5 . Ash Shabuni in Shafwatut Tafasir
" The purpose of this verse is ' It is not we sent you , O Muhammad , but as a mercy for all creatures ' . As in a hadith :

إنما أنا رحمة مهداة

" Actually I was awarded mercy ( by Allah ) " ( Narrated by Al- Bukhari in Al ' Ilal Al Kabir 369 , Al Bayhaqi in Syu'abul Iman 2/596 . Hadith is in the right - Saheeh Al - Albani in Lineage Ash Shahihah , 490 , also in Saheeh Al- Jami ' , 2345 )
People who receive this grace and grateful for this favor , he will get happiness in this world and the hereafter .
Allah Ta'ala does not say ' rahmatan lilmu'minin ' , but said ' rahmatan lil ' Alamin ' because Allah Ta'ala wants to give mercy to all creatures with the coming of the leader of the Prophets , Muhammad sallallaahu ' alaihi wa sallam . He was sent to bring great happiness . He also save humanity from the great tribulation . He was the cause of the achievement of various goodness in the world and the hereafter . He gave enlightenment to the human who had previously been in ignorance . He provides guidance to the Man who had previously been in error . This is what the grace of God for all mankind . Even unbelievers benefit from this grace , that postponement of their punishment . In addition they were no longer overwritten doom turned into an animal form , or buried into the earth , or drowned by water "
Misguided understanding
Problems arise when people interpret this verse at random , capitalized, language comprehension and logic are shallow . Or try to impose meaning of the verse to suit his desires . The understanding of which is :
1 . Compassionate with unbelievers
Some people invited to be filial to the Gentiles , not to hate them , follow their events , are reluctant to call them infidels , or even advocated that all religions are equal and true , with evidence the verse :

وما أرسلناك إلا رحمة للعالمين

" We have not sent thee , O Muhammad , but as a mercy for the universe " ( Surat al- Anbiya : 107 )
Though not so interpretation of this verse . Allah Ta'ala make Islam as a mercy to all mankind , but the form is not a blessing for the Gentiles to be filial to them . Even been described by commentators , that the form of grace for them is not overwritten by misfortune that befell the people of the past . This is the mercy of Allah against unbelievers , of the explanation of Ibn Abbas Radhiallahu'anhu friend .
Even the consequences of belief in Allah and His Messenger are hated all forms of worship to other than Allah , hates the forms of opposition to the teachings of the Prophet sallallaahu ' alaihi wa sallam , and hate the people who do it . As Allah Ta'ala :

لا تجد قوما يؤمنون بالله واليوم الآخر يوادون من حاد الله ورسوله ولو كانوا آباءهم أو أبناءهم أو إخوانهم أو عشيرتهم

" You're not going to find something people who believe in Allah and the Hereafter , mutual compassion with those who oppose Allah and His Messenger , even though the people were their fathers , or the children or their brothers or their families " ( Surat al - Mujadalah : 22 )
Note however , must hate not mean to kill , injure , or harm unbelievers who we meet . As described by Ibn al-Qayyim in his commentary on the above , that there are infidels that must be fought , others should not be harmed .
Letter makes Al Anbiya verse 107 as the argument of religious pluralism is also a distorted understanding . Because of the verses of the Qur'an does not contradict itself . Is not Allah the Almighty himself who said :

إن الدين عند الله الإسلام

" Religion is blessed by Allah is Islam " ( Surah Al 'Imran : 19 )
Almighty Allah also says :

ومن يبتغ غير الإسلام دينا فلن يقبل منه وهو في الآخرة من الخاسرين

" Whoever seeks a religion other than Islam, it will not ever be accepted ( the religion ) thereof , and in the Hereafter he is among those who are the losers " ( Surah Al 'Imran : 85 )
The person who brings the issue of pluralism may interpret ' Islamic ' in these verses to ' surrender ' . So long as all religions true surrender to God , they said . It is sufficient to charge them with gibberish words of the Prophet sallallaahu ' alaihi wa sallam :

الإسلام أن تشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وتقيم الصلاة وتؤتي الزكاة وتصوم رمضان وتحج البيت إن استطعت إليه سبيلا

" Islam is thou bear witness that indeed there is no god worthy of worship except Allah and that Muhammad is the Messenger of Allah , you establish the prayer , issued alms, fasting during Ramadan and the pilgrimage to the House work if you are able to do it " ( Narrated by Muslim no.8 )
Surat al- Anbiya verse precisely this 107 adlalah crushing rebuttal to religious pluralism . Because this verse is the proposition that all human beings on earth shall be converted to Islam . Because Islam is ' lil Alamin ' , dedicated to all human beings on earth . As explained above Imam Ibn al-Qayyim : " Islam is a mercy for every human being , but those who believe receive this grace and benefit the world and in the hereafter . While unbelievers reject " .
2 . Compassionate in kemungkaran
Most of the Muslims to let people leave the prayer , allow prostitution is rampant , allowing women to open their private parts in public even letting practices polytheism and reluctant to advise them for fear the evildoers offended if advised her , then said : " Islam khan lil rahmatan the worlds , full of compassion " . It is strange .
Though not as tafsir surat Al -Anbiya verse 107 's . Islam as God's grace is not meaningful kemungkaran compassion for perpetrators and let them in kemungkarannya . Sebagaiman Tabari in his commentary described above , " Mercy to the believers that God gave instructions to cause the Message of the Prophet sallallaahu 'alaihi wa sallam . He sallallaahu 'alaihi wa sallam incorporate believers into heaven with faith and their charity toward the doctrine of God " .
Then the mercy of Allah to the believers is to give them instructions for running perinta the commandments of God and away from what is forbidden by Allah , so that they reach Jannah . In other words , if we also feel love and affection to our brothers who do immoral , we should advise him and he did deny immoral and led him to perform good deeds .
And attitudes necessary to deny any mercy immoral . Duly denial of immoral attitudes precede gentle and affectionate and not put the rough and tough attitude . Prophet sallallaahu 'alaihi wa sallam said :

إن الرفق لا يكون في شيء إلا زانه . ولا ينزع من شيء إلا شانه

" It is not that there is tenderness on anything , except to decorate it . It is not the softness was gone from something , but will make it worse " ( Narrated by Muslim no. 2594 )
3 . Deviation compassion in religion
Adalagi who use this verse to legalize various forms of heresy , polytheism and superstition . Because they assume the forms of such deviations are differences of opinion should be tolerated so that they also said, "Let us with our understanding , please do not disturb us , not Islam rahmatan lil'alamin ? " . It is strange .
Interpret grace in Al Anbiya verse 107 with compassion and tolerance towards all existing understanding on the Muslims , is very much interpretation . No commentators who interpret such .
Ummah body split into various groups is a fact , and had been warned long ago by the Prophet Muhammad sallallaahu 'alaihi wa sallam . And people who say that it's true of all sizes and all of them can be tolerated no different from people who say all religions are the same . Among the various classes of course there are right and wrong . And we must follow the correct , ie in accordance with the teachings of the Prophet sallallaahu 'alaihi wa sallam . Even Ibn al-Qayyim said about grace in Surat al- Anbiya verse 107 : " Those who follow him , to achieve the glory in the world and the hereafter as well " . That is, Islam is a mercy of Allah to the people who follow the correct groups that want to follow the teachings of the Prophet sallallaahu 'alaihi wa sallam .
Statement ' let us with our understanding , we do not disturb ' only applies to the heathen . As stated in the letter of Al Kaafirun :

قل يا أيها الكافرون لا أعبد ما تعبدون ولا أنتم عابدون ما أعبد ولا أنا عابد ما عبدتم ولا أنتم عابدون ما أعبد لكم دينكم ولي دين

" Say : ' O unbelievers , I will not worship that which ye worship . And ye are not worshipers of the Lord that which I worship . And I've never been a worshiper of what you worship . and you do not have ( also ) be a worshiper of God that I worship . For you your religion , and for me , my religion ' "
Meanwhile, fellow Muslims , should not be so . Even if his counsel shall fall into error . Which was duly advised airy receive advice . Is not that believers encourage one another in goodness ?

والعصر إن الإنسان لفي خسرإلا الذين آمنوا وعملوا الصالحات وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر

" For the sake of time . Behold, the man is really in loss , Except those who believe and do righteous deeds and counsel advised to adhere to truth and advised counsel patience in order to fulfill " ( Surat al- ' Asr : 1-3 )
And advise those who do deviate in religion is a form of affection to the person. Even people who know the brother fell into the irregularities of religion but silence , he got sin . As word of the Prophet Muhammad sallallaahu ' alaihi wa sallam :

إذا عملت الخطيئة في الأرض كان من شهدها فكرهها كمن غاب عنها . ومن غاب عنها فرضيها , كان كمن شهدها

" If you are aware of an error ( in religion ) happens on the earth , the people who look directly deny it , he just like people who do not look directly ( not sin ) . People who do not see directly, but the pleasure of the errors , the same as the person he saw immediately ( got sin ) " ( Narrated by Abu Dawood no.4345 , dihasankan Al-Albani in Saheeh Sunan Abi Daud )
Disagreement can not be beaten even average that all opinions be tolerated . Do we tolerate some Sufis who argue that the five daily prayers are not compulsory for those who reach a certain level ? Or are some people who think that prayer kejawen important ' remember Allah ' without having to perform the prayer ? Do we tolerate the Ahmadiyya opinion saying that the pilgrimage to Makkah should not ? It can not be tolerated . If all people think tolerated , shattering the religion . However, the opinions are based on authentic theorem , which postulates right way , using the rules of the scholars , only then can we tolerate .
4 . Underestimate the problems of Aqeedah
By using this verse , some people are reluctant to preach an underestimate and the true aqidah . Because they consider only preach aqidah would divide the ummah and resentment that does not conform to the principle that Islam is rahmatan lil ' alamin .
Meditate on the words of Ash Shabuni in interpreting rahmatan lil ' Alamin : " He sallallaahu ' alaihi wa sallam gave enlightenment to the human who previously were in ignorance . He provides guidance to the Man who had previously been in error . This is what God's grace to all men " . Prophet sallallaahu 'alaihi wa sallam to be a mercy to all mankind because he brought the teachings of monotheism . Because people in those days before he was sent in error to the gods in the form of worship besides Allah , though their worship to God as well . And this is the core teaching of the Apostles . As Allah Ta'ala :

ولقد بعثنا في كل أمة رسولا أن اعبدوا الله واجتنبوا الطاغوت

" And verily We sent messengers to every nation ( to call ) : ' Worship Allah alone , and depart from Evil ' " ( Surat an -Nahl : 36 )
Besides, is not this a matter of belief can determine the fate of a person whether he will be eternally in hell or not ? Allah the Exalted says :

نه من يشرك بالله فقد حرم الله عليه الجنة ومأواه النار وما للظالمين من أنصار

"Those who ascribe ( something to ) Allah , then surely Allah forbid him Paradise , and his place is hell , it is not there for people unjust helpers " ( Surat al- Maidah : 72 )
Therefore , is there anything more urgent than the problem ?
In conclusion , it was preaching monotheism , calls for right beraqidah is a form of mercy from Allah Ta'ala . Because preaching monotheism brought by the Prophet Muhammad sallallaahu 'alaihi wa sallam is the grace of God , then how could the cause split the Ummah ? Precisely kesyirikanlah actually the cause disunity of the ummah. As Allah Ta'ala :

ولا تكونوا من المشركين من الذين فرقوا دينهم وكانوا شيعا كل حزب بما لديهم فرحون

" Do not you including the people to Allah , those who divide their religion into sects and their . Each group was proud of what is in their class " ( Surat ar- Rum : 31-32 )
True understanding
Based on the interpretation of the scholars are reliable commentators , some benefit that we can take from this verse is :
In the Prophet Muhammad sent him sallallaahu ' alaihi wa sallam as the messenger of Allah is mercy of Allah to the whole mankind .
All humans on earth obliged to Islam .
Shari'a laws and rules in Islam is a mercy of Allah Almighty to His creatures .
All humans have benefited with the Message of Prophet Muhammad sallallaahu ' alaihi wa sallam
Perfect grace obtained only by those who believe in the teachings brought by Prophet Muhammad sallallaahu ' alaihi wa sallam
All humans have benefited with the Message of Prophet Muhammad sallallaahu 'alaihi wa sallam .
People who believe in the teachings brought by Prophet Muhammad sallallaahu 'alaihi wa sallam , he justifies and obedient to him , will get happiness in this world and the hereafter .
Infidels who fight Islam also get a blessing with the Message of Prophet Muhammad sallallaahu 'alaihi wa sallam , namely the mandatory fight against them . Because they are in the world lives longer will only add to the pain torments of hell in the hereafter .
Pagans bound by the agreement musliminjuga got grace with the Message of Prophet Muhammad sallallaahu 'alaihi wa sallam . That is by prohibiting the killing and seizing their property .
In general , the Gentiles obtain mercy with the Message of Prophet Muhammad sallallaahu 'alaihi wa sallam be avoided from the wrath that befell the followers of former opposed to God . So that after the coming of the Prophet Muhammad sallallaahu 'alaihi wa sallam , there will be no infidels are punished in a way entirely submerged or buried in the earth entirely or converted into animal entirely .
Hypocrites who claim to be believers in oral dissenter in the liver but also get a blessing with the coming of the Prophet Muhammad sallallaahu 'alaihi wa sallam . They have benefited in the form of blood preservation , wealth , and honor their families . They were treated as other Muslims in inheritance laws and other laws . But in the Hereafter Allah will put them at the bottom of Hell .
The mission of the Prophet Muhammad sallallaahu 'alaihi wa sallam be a godsend because he has given to human enlightenment initially in ignorance and give guidance to people who initially were in error in the form of worship to other than Allah .
Some scholars argue , grace in this verse is given also to the Gentiles , but they refused. So that only those believers who get it .
Some scholars argue , grace in this verse is given only the believers .
May Allah Ta'ala continue to bestow His mercy to us all , that with His grace because we are gathered in His Jannah .

From the article: ' Islam , Rahmatan Lil ' Alamin - Muslim.Or.Id '

26 August 2013

SOUTH KALIMANTAN

Berkas:Lambang Provinsi Kalimantan Selatan.gif
SOUTH KALIMANTAN

South Kalimantan is a province of Indonesia, located on the island of Borneo. Its capital is Banjarmasin. South Kalimantan province has an area of ​​37,530.52 km ² and has a population of nearly 3.7 million.
The province has 11 districts and 2 cities. South Kalimantan parliament by decree No 2 of 1989 dated May 31, 1989 August 14, 1950 set as the anniversary of South Kalimantan Province. Dated August 14, 1950 through Government Regulation No. RIS. 21 In 1950, the date of the establishment of the province of Kalimantan, after the dissolution of the Republic of Indonesia (RIS), the governor Doctor Moerjani. South Kalimantan population numbered 3,626,616 inhabitants (2010). [5]
 History
South Kalimantan region on the past is part of the 3 kingdom that once had the region in this area, namely the kingdom of Daha State, State Dipa, and the Sultanate of Banjar. After the independence of Indonesia, Kalimantan Governor made separate province with Ir. Prince Muhammad Noor. History of governance in South Kalimantan is characterized by the formation of organizations of the Republic of Indonesia Navy (Navy) Division IV in Mojokerto, East Java, which unites strength and fighters from Borneo who were in Java. With the signing of the Treaty Linggarjati cause apart from the Republic of Indonesian Borneo. In this state IV Navy leaders take steps to sovereignty Kalimantan as part of Indonesia, through a proclamation signed by the Governor Hasan Basry ALRI in Kandangan May 17, 1949 to the effect that the people of Indonesia in South Kalimantan Governor proclaims the establishment of the Navy soldiers surrounding the entire region South Kalimantan. The region was declared part of the territory of Indonesia according Proclamation of independence 17 August 1945. Efforts are underway regarded as an effort to counter the establishment by the Dutch Council of Banjar.
Following the return of Indonesia to form a unitary state government lives in the area are also experiencing penataaan. In Kalimantan, the arrangement of which include regional split into three Kalimantan provinces respectively West Kalimantan, East and South are set forth in the Act No.25 of 1956. By Act 21 of 1957, most of the area west and north regions of South Kalimantan Central Kalimantan province made. While the Act No.27 of 1959 separated the northern part of the area Kotabaru district and bring it into the power of the East Kalimantan province. Since then, South Kalimantan no longer changes the area, and remains as it is. The Act No.25 of 1956 which is the basis of the formation of the South Kalimantan Province was amended by Act No.10 of 1957 and Act No.27 of 1959.
Geography
Geographically, South Kalimantan is located in the southeastern part of the island of Borneo, has a low-lying area in the west and the east coast, as well as the plateau formed by Meratus in the middle.
Biodiversity
South Kalimantan consists of two main geographic characteristics, the lowlands and the highlands. Lowland areas mostly in the form of peat swamp up so rich source of biodiversity of freshwater animals. Plateau region is still the most natural tropical forests and protected by the government.
Natural Resources
Forestry: Forestry Equipment (139 315 ha), production forest (1,325,024 ha), Protected Forest (139 315 ha), Forest Convention (348 919 ha) plantation: Plantation State (229 541 ha) Minerals: coal, oil, quartz, iron ore, etc. [6]
Population
Tribe
Ethnic groups in South Kalimantan by Mangkurat Gastric Museum, among others: [7]
1. Banjar Kuala, in Banjarmasin area until Martapura [8]
2. Banjar Batang Banyu, in areas Margasari until fa
3. Pahuluan Banjar, at the Cape until Pelaihari (outside Martapura)
4. Hill tribes, at Dayak areas Pitap, Haruyan Dayak, Loksado, Harakit, Paramasan, Bajuin, Cascade Adungan, Sampanahan, Hampang, Bangkalan Dayak
5. Barnacle tribe, in the barnacle, Edge Panti, Lupak, Aluh Aluh
6. Bakumpai tribe, in the region Bakumpai, Marabahan, Kuripan, Tabukan
7. Maanyan tribe, in the region Maanyan Warukin, Maanyan Markets Heat, Maanyan Juai (Balangan Dayak), Dayak Samihim
8. Abal tribe, in the village of Great until Haruai
9. Deyah Dusun tribe, in the district of Muara UYA, Upau and Mount Riut
10. Lawangan tribe, in the village of Binjai, Damboeng Kingdom
11. Shini Madurese, in the village of shini, Mangkauk
12. Tamban Javanese, in areas Tamban, Barito Kuala
13. Ditch Chinese people, in the area Pelaihari
14. Bajau tribe, in the region Semayap, Tanjung Batu
15. Pagatan Bugis people, in the area Pagatan

16. Mandar tribe, in the coastal areas and islands Sea island Sebuku

05 August 2013

Hikmah Idul Fitri

Selama berpuasa kita telah mampu menahan nafsu kita untuk tidak memakan ma-kanan milik kita sendiri di siang hari meskipun kita sangat lapar dan sendirian tanpa ada orang lain yang melihat kita, hanya karena kita takut melanggar larangan Allah swt. Selama berpuasa kita telah mampu menahan nafsu kita untuk tidak meminum minuman milik kita sendiri di siang hari meskipun kita sangat haus dan jauh dari penglihatan orang lain, hanya karena kita ingin mentaati perintah Allah swt. Selama berpuasa kita telah dapat menahan nafsu kita untuk tidak mengumpuli isteri kita sendiri di siang hari meskipun nafsu syahwat dari kedua belah fihak telah berkobar-kobar, hanya karena kita ingin menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah swt. Sebab tujuan dari puasa itu justeru untuk menjadikan orang-orang yang melakukannya menjadi orang-orang yang bertaqwa kepada Allah swt. sebagai-mana firman Allah swt. dalam surat Al Baqarah ayat 183:
يا أيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون.
Wahai orang-orang yang
beriman, telah diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu sekalian dapat bertaqwa.
Di hari Id Fitri, jiwa kita akan merasa tenang dan tenteram karena dosa-dosa kita kepada Allah swt. telah diampunkan oleh Allah swt. berkat puasa Ramadlan yang telah kita lakukan karena dorongan iman dan mengharapkan pahala dari Allah swt., sebagaimana sabda Nabi Besar Muhammad saw.:
من صام رمضان إيمانا واحتسابا غر له ما تقدّم من ذنبه
Barangsiapa yang berpuasa Ramad
lan karena iman dan mengharapkan pahala, niscaya diampunkan baginya apa yang telah lalu dari dosanya.
Sesudah shalat hari raya nanti kita akan meminta maaf kepada keluarga kita, kaum kerabat dan famili kita, serta teman, tetangga dan kenalan kita dari kejahatan, kesalahan serta perbuatan dhalim yang pernah kita lakukan terhadap mereka, agar jiwa kita benar-benar terbebas dari dosa kepada Allah swt. dan kesalahan kepada sesama manusia. Dan dengan demikian kita akan dapat merasakan kebahagiaan yang sejati. Dalam surat Ali Imron ayat 112 Allah swt. telah berfirman:
ضربَتْ عليهم الذلّة أينما ثقوا إلاّ بحبل من الله وحبل من الناسالآية
Mereka itu akan ditimpa kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka itu menyambung tali hubungan baik dengan Allah
dan tali hubungan baik dengan sesama manusia.
Dengan menyambung tali hubungan baik dengan sesama manusia yang ditandai dengan masing-masing pribadi berani mengakui kesalahan dirinya dan berani meminta maaf kepada orang yang lebih muda usianya dan lebih rendah pangkat dan derajatnya, kehidupan masya rakat nampak rukun dan damai. Persatuan dan kesatuan masyarakat yang tulus dapat kita saksikan dengan jelas. Sedang persatuan dan kesatuan yang tulus dan murni dari sesuatu bangsa itu adalah merupakan salah satu kunci dari keberhasilan dalam mencapai pembangunan lahir dan bathin.
Sejarah telah membuktikan bahwa sewaktu Rasulullah saw. berada di Madinah selama sebelas tahun, beliau dan para sahabat beliau telah mengalami peperangan akibat serangan dari orang-orang kafir dan orang-orang musyrik sebanyak 78 (tujuh puluh delapan) kali. Namun ummat Islam di bawah pimpinan Rasulullah saw. satu kalipun tidak pernah mengalami kekalahan. Di manakah kunci rahasia dari kemenangan ummat Islam pada zaman Rasulullah saw. dan juga pada zaman Khulafaur Rasyidin dalam peperangan melawan orang-orang kafir dan orang-orang musyrik? Kuncinya terletak pada tiga hal, yaitu:
1. Karena keimanan ummat Islam kepada Allah swt. dan kepada hari kiamat sangat tebal.
2. Karena kecintaan ummat Islam kepada Nabi Besar Muhammad saw. sangat mengalam.
3. Karena persatuan dan kesatuan ummat Islam sangat kuat.
Ad.1. Pada zaman Rasulullah saw. iman para sahabat kepada Allah swt. dan kepada hari kiamat adalah sangat tebal. Ketebalan iman mereka ini dibuktikan oleh sikap dari setiap orang Islam yang akan berangkat ke medan pertempuran yang selalu minta didoakan oleh seluruh anggauta keluarganya agar mati sebagai salah seorang syuhada’ dan jangan sampai pulang kembali ke rumah dalam keadaan hidup. Hal ini karena didorong oleh imannya yang sangat tebal bahwa orang yang mati syahid itu di hari kiamat kelak tidak termasuk orang yang boleh masuk sorga dan bukan termasuk orang yang dimasukkan ke dalam sorga, tetapi termasuk orang yang diberi sorga atau pemilik sorga, sehingga dapat menempati sorga tersebut tanpa dihisab. Sedang semua anggauta keluarganya juga yakin dengan keyakinan yang tebal bahwa orang yang mati syahid itu dapat memberikan syafa’at atau pertolongan kepada anggauta keluarganya sebanyak 70 (tujuh puluh) orang, sehingga dengan ikhlas hati mereka mau mendoakan agar yang berangkat ke medan laga menjadi orang yang mati syahid.
Jika yang berangkat ke medan perang itu kebetulan sudah tidak punya anggota keluarga sama sekali, dia langsung menghadap kepada Rasulullah saw. dan bertanya:
يَا رَسوْلَ الله، مَا ليْ إنْ قتلْت ي الْمَعْرَكَة؟
Ya Rasulullah, apakah bagianku jika aku mati dalam medan pertempuran? Jika Rasulullah saw. menjawab:
لَكَ الْجَنَّة = Bagianmu adalah sorga!, maka harta benda yang dimilikinya diserahkan kepada Rasulullah saw.untuk diurusi dan dia berpamitan kepada Rasulullah saw. untuk mati di medan laga.
Inilah kunci pertama dari sebab kemenangan ummat Islam yang terus menerus da-lam berperang melawan orang-orang kafir dan orang-orang musyrik. Akan tetapi di kala ummat Islam sudah dihinggapi perasaan takut mati dan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw. sudah diganti dengan kecintaan kepada duniawiyah, maka mereka menjadi ummat yang selalu kalah dalam berperang melawan orang-orang kafir dan orang-orang musyrik.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Rasulullah saw. pernah bersabda:
يوْشك الأمَم اَنْ تَدَاعَى عَلَيْكمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَة الَى قَصْعَتهَا. َقَالَ قَائلٌ : وَمنْ قلَّة نَحْن يَوْمَئذ؟ قَالَ : بَلْ اَنْتمْ يَوْمَئذ كَثيْرٌ وَلَكنَّكمْ غثَآءٌ كَغثَآء السَّيْل وَلَيَنْزعَنَّ الله منْ صدوْر عَدوّكم الْمَهَابَةَ منْكمْ وَلَيَقْذَنَّ الله ي قلوْبكم الْوَهْنَ! َقَالَ قَائلٌ : يَا رَسوْلَ الله، وَمَا الْوَهْن؟ قَالَ : حبّ الدّنْيَا وَكَرَاهيَة الْمَوْترواه أبو داود .
Hampir
saja para ummat mengepung kamu sekalian wahai ummat Islam, sebagai mana tukang-tukang makan mengepung ambeng mereka!. Ada seorang sahabat berkata: Apakah karena pada waktu itu jumlah kami sedikit? Beliau bersabda: Bahkan jumlah ka-mu pada waktu itu banyak; akan tetapi kwalitas iman kamu sekalian adalah kwalitas buih, seperti buih banjir yang selalu mengikuti arah air. Dan sungguh Allah benar-benar akan mencabut dari dada musuhmu perasaan segan terhadap kamu dan Allah benar-benar akan meletakkan wahan pada hati kamu sekalian! Salah seorang sahabat berkata: Wahai Rasulullah, apakah wahan itu? Rasulullah bersabda: Cinta dunia dan benci mati.
Demikianlah keadaan ummat Islam di seluruh dunia sekarang ini, sudah tidak lagi disegani oleh orang-orang kafir dan orang-orang musyrik, bahkan sudah dijadikan bulan-bulanan oleh mereka.
Pada masa Rasulullah saw. kecintaan ummat Islam kepada Rasulullah saw. adalah sangat mendalam. Jika mereka mendengar perjuangan membela Rasulullah saw. atau membela agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw., jangankan harta mereka, anak mereka, orang tua mereka dan semua orang yang mereka cintai, … diri mereka pun mereka korbankan sebagai bukti keimanan mereka, sebagaimana sabda Rasulullah saw.:
لاَ يؤْمن أَحَدكمْ حَتَّى اَكوْنَ اَحَبَّ الَيْه منْ نَْسه وَمَاله وَوَلَده وَوَالده وَالنَّاس اَجْمَعيْنَ .
Tiadalah beriman salah seorang dari kamu sekalian, sehingga aku lebih dicintai olehnya dari pada dirinya sendiri, hartanya, anaknya, orang tuanya dan manusia semuanya.
Inilah kunci yang kedua dari kemenangan ummat Islam pada zaman Rasulullah dan pada zaman sahabat dalam berperang melawan musuh-musuh mereka, sehingga daerah ummat Islam semakin luas. Akan tetapi pada saat kecintaan ummat Islam kepada Nabi Muhammad saw. sudah diganti dengan kecintaan kepada dunia seperti sekarang ini, maka ummat Islam selalu mengalami kekalahan dalam melawan musuh-musuh mereka, sebagaimana diisyaratkan oleh hadits Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Abu Dawud di atas.
Pada zaman Rasulullah saw. persatuan dan kesatuan ummat Islam adalah sangat kuat sekali. Mereka benar-benar mentaati perintah Allah swt. yang tersebut dalam surat Ali Imran ayat 103:
Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali Allah (agama Islam), dan janganlah kamu bercerai-berai; dan kenanglah nikmat Allah kepada kamu ketika kamu bermusuh-musuhan (semasa Jahiliyah dahulu), lalu Allah menyatukan di antara hati kamu (sehingga kamu bersatu padu dengan nikmat Islam), maka menjadilah kamu dengan nikmat Allah itu orang-orang Islam yang bersaudara. Dan kamu dahulu telah berada di tepi jurang neraka (disebabkan kekufuran kamu semasa Jahiliyah), lalu Allah selamatkan kamu dari neraka itu (disebabkan nikmat Islam juga). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat keterangan-Nya supaya kamu mendapat petunjuk hidayah-Nya.
Walaupun di antara para sahabat itu terdapat perbedaan-perbedaan pendapat, namun perbedaan pendapat yang ada di antara mereka itu tidak pernah merusak persatuan dan kesatuan mereka yang mereka manifestasikan dalam shalat berjama’ah lima waktu. Mereka tidak pernah menjadikan perbedaan tersebut sebagai alasan untuk bertengkar dan berpecah belah apalagi untuk berperang saudara. Mereka saling menghormati perbedaan pendapat yang ada di antara mereka, sehingga persatuan dan kesatuan dapat tetap terjaga dengan baik.
Inilah kunci ketiga dari kemenangan ummat Islam dalam setiap pertempuran. Akan tetapi setelah ummat Islam sudah tidak lagi mau mentaati perintah Allah swt. yang tersebut dalam surat Ali Imron ayat 103 di atas, maka perbedaan pendapat yang tidak prinsip pun telah dapat memecah belah dan menghancurkan persatuan dan kesatuan ummat Islam. Karena terdorong oleh sifat ambisi dan gila hormat serta ingin menang sendiri, maka di negara Indonesia yang tercinta ini telah terjadi berbagai macam kerusuhan, penjarahan, tindakan kekerasan, dan bahkan pembunuhan di mana-mana. Padahal sekarang ini bangsa Indonesia sedang menginginkan keadaan dan tatanan dalam segala bidang yang lebih baik dari pada apa yang pernah kita alami dengan mengadakan reformasi. Akan tetapi jika untuk mencapai tujuan reformasi tersebut sudah kita hancurkan lebih dahulu persatuan dan kesatuan bangsa, mungkinkah tujuan reformasi secara total yang kita dambakan itu dapat terwujud? Lebih-lebih dalam menghadapi berbagai macam krisis yang dialami oleh bangsa Indonesia sekarang ini, kita bangsa Indonesia tidak akan mampu menanggulangi dan menyelesaikannya, jika masing-masing kelompok masyarakat dari bangsa Indonesia tidak mampu menahan diri untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Lalu apa artinya latihan menahan diri dan menahan nafsu selama bulan Ramadlan jika setelah bulan Ramadlan kita tidak mampu mengamalkan hasil latihan tersebut dalam kehidupan sehari-hari?
Marilah kita perhatikan firman Allah dalam surat Al Anfal ayat 46:
وَاَطيْعوا اللهَ وَرَسوْلَه وَلاَ تَنَازَعوْا َتَْشَلوْا وَتَذْهَبَ ريْحكمْ وَاصْبروْا إنَّ اللهَ مَعَ الصَّابريْنَ.
Dan taatlah kamu kepad
a Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berbantah-bantah (berteengkar); kalau tidak, niscaya kamu menjadi lemah semangat dan hilang kekuatan kamu, dan bersabarlah (menghadapi segala kesukaran dengan cekal hati); sesungguhnya Allalh beserta orang-orang yang sabar.
Akhirnya marilah kita memohon kepada Allah swt. semoga Allah swt. berkenan menyelamatkan bangsa Indonesia dari pertikaian, perpecahan dan kehancuran, dan semoga berkenan mengantarkan bangsa Indonesia mencapai cita-citanya yang menjadi tujuan reformasi dengan aman dan selamat, serta berkenan memaafkan segala dosa, kesalahan, kekurangan, kekhilafan dan kedhaliman kita sekalian bangsa Indonesia. Amin!
KH Masduqi Machfudz