24 October 2013

SUNYI MENJAWAB SEPI

Lihatlah ragaku yang teriris waktu
Satu hari satu luka,
Setiap langkah adalah meninggalkanya
Kini aku disudut ruang hampa
Kuletakkan punggungku di dinding hatimu yang keras
Ingatanku mulai nakal menggelitik hatiku yang selalu menerima sikapmu
Mengusap luka yang baru saja terluka

Darah mengaliri masa selama 21 tahun
Tentang sebuah tanya yang mencari matahari
senja  bersinar lembayung, kemudian kau lempar sebuah jawab
Kata - kata yang berbau rekayasa
Itulah sang takdir yang menjodohkan tanya dengan dusta

Namun ada diam kau suguhkan kepadaku dengan nampan penuh harapan
Sedangkan kesunyian itu membalut lukaku
Diam dan janganlah berbicara dengan senjata
Sepi inilah yang akan memelukku satu abad lagi



Kotabaru, 6 oktober 2013

SAJAK KERINDUAN

Aku merayap dalam gelap
menyusuri lorong selama bertahun-tahun
aku mencarimu
tembok takdir tanpa celah
tak bisa aku hancurkan
matahari terbit tanpa ada janji
tenggelam dalam kalbuku menciptakan gelap setelah senja

Tak pernah kau sapa
diatas genangan rasa aku berjalan
mengambang melayang tanpa tali lepas keruang angkasa
apakah ada cinta disana
apakah kan kau belai juga dahaga yang menganga

hujan turun setelah kemarau
kulihat kamu di antara rintik hujan
kau palingkan wajahmu kemudian kau hampiri dukamu

kesetiaan seperti perisai baja
dihantam peristiwa ditusuk kecewa
sementara zaman menghadirkan sekilas senyummu
senyuman kusam yang pernah kau berikan
sebuah bingkisan luka kau hadirkan di depan pintu hatiku

Aku merayap dalam gelap
bertahun tahun mencarimu
bersamamu tanpa sadarku
fatamorgana lautan cinta yang hampa
aku rindu kepadamu yang sebenarnya telah ada dalah hatiku
aku pulang dari rumahku sendiri
compang camping dan kotor
aku kan ada disini, bernyanyi, sampai janji tak harus tertunai lagi