Rangsangan Dini Pancaindera Tingkatkan Kecerdasan Anak
ant
JAKARTA -- Salah satu cara meningkatkan kecerdasan anak adalah dengan merangsang (stimulasi) semua aspek sensorik (pancaindera). Karena, stimulasi tersebut akan merangsang dan mengembangkan bagian tertentu dari otak primitif yang disebut Reticular Activating System (RAS), kata seorang akademisi.
''RAS ini pintu masuk di mana kesan yang ditangkap setiap indera saling berkoordinasi sebelum diteruskan ke otak pikir. RAS merupakan wilayah di otak yang membuat kita mampu memusatkan perhatian,'' kata staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr Dwi Putro Widodo, SpA di Jakarta, Ahad (18/11).
Dwi Putro Widodo, yang juga dokter spesialis konsultan neurologi anak di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, mengemukakan hal itu pada acara seminar bertema 'Tingkatkan Kecerdasan Anak Melalui Panca Indera'. Dikatakannya bahwa stimulasi (rangsangan) pada semua aspek sensorik merupakan faktor sangat penting untuk kelangsungan hidup sel saraf dan proses sinapsis.
Menurut dia, rangsangan di masa kecil bisa mengubah ukuran dan fungsi otak. ''Bila diberikan pada dua tahun pertama akan memberikan hasil paling besar dalam meningkatkan kecerdasan,'' kata Dwi Putro.
Stimulasi yang diberikan yakni dengan merangsang cita rasa, daya rasa, dan daya pendengaran. Untuk merangsang cita rasa, antara lain dengan memperkenalkan makanan atau minuman dengan rasa manis terlebih dahulu, lalu secara perlahan-lahan memperkenalkan rasa pahit, asam dan asin.
Merangsang daya rasa yakni dengan memijat bayi, membelai, memeluk dan mencium sehingga merasa disayangi dan tenteram. Merangsang daya pendengaran antara lain dengan membacakan buku dongeng, menyanyikan lagu anak-anak serta memainkan permainan yangb mengeluarkan suara atau musik. Dwi Putro mengatakan, selain penting bagi pertumbuhan intelejensia anak, pemberian stimulasi juga telah terbukti dapat memperkuat keterikatan emosional (emotional bonding) antara orang tua dan anak.
--------------------------------------------------------------------------------
31 March 2008
29 March 2008
Koleksi Sampel Darah
Dalam rangka pembebasan penyakit Brucellosis di Pulau Kalimantan, BPPV Reg V Banjarbaru melakukan test and slaughter, memeriksa setiap sapi yang ada dan bila ada yang positif RBT dan CFT dilakukan pemotongan terhadap sapi yang positif tersebut. Pengambilan darah sapi ini di desa Indra Loka Jaya, sebamban 3 blok F.
28 March 2008
Rumah Bugis
ini adalah rumah pak Wahyuding, orang bugis pagatan, pak wahyu menelpon saya karena kambingnya yang berjumlah 11 ekor mulutnya bengkak-bengkak
Orf
Kambing ini milik pak wahyuding desa barugelang, Pagatan, Kec Kusan hilir. kambing ini sudah 2 minggu menderita penyakit Orf ( contagious ectima ).
27 March 2008
14 March 2008
10 March 2008
JEMBATAN TAPUS
Jembatan gantung ini terbuat dari kayu kayu ulin. pada tahun 2005 terjadi kasus jembrana desa ini. akibatnya sekarang terjadi penurunan populasi sapi bali secara drastis.
08 March 2008
PAK KUSRI PANEN IKAN BAWAL
Beliau adalah pak Kusri, ketua Gapoktan kecamatan sungai loban.beliau pernah nenjadi manajer RRMC sebamban. orangnya pintar, rajin dan kreatif.
setelah saya mengobati sapi miliknya yang sakit diare, Pak Kusri menangkap ikan Bawal dari kolamnya untuk saya, yah sering sering aja gitu Pak Kusri (he he he...)
05 March 2008
JALAN BECEK
Jalan di desa Batumeranti ini sangat becek . terlihat ada seorang pengendara sepeda motor yang terpeleset. gambar ini saya ambil waktu saya memonitor jembrana di desa indraloka jaya blok f sebamban 3
JEMBATAN PUTUS
Sore itu hujan , saya diminta peternak untuk IB di kota pagatan tetapi sesampainya di jembatan perbatasan sei loban dan betung terdapat kemacetan. ternyata jembatan putus
04 March 2008
02 March 2008
sapi galak
sapi milik pak Nyoman Slamet ini galak sekali, kandang jepitnya jebol karena di tendang sapi ini. yah ini adalah salah satu resiko Dokter Hewan...
01 March 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)